Membangun sistem yang bagus adalah penting. Membangun kompetensi adalah penting. Tapi, jangan lupakan dengan membangun semangat orangnya. Berikan perhatian yang cukup mengenai motivasi. Gunakan cara yang benar untuk memotivasi, sebab cara yang salah justru bisa berakibat sebaliknya. Maksud hati ingin memotivasi, tetapi justru malah menghancurkan motivasi.
Begitu juga: seorang anak buah tidak boleh hanya mengandalkan motivasi atau dorongan dari atasannya. Seorang karyawan yang baik, harus mampu bekerja dengan motivasi tinggi. Anak buah juga harus mampu membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara motivasi dirinya sendiri. Tidak untuk siapa-siapa, untuk dirinya sendiri.
Siapa yang berperan dalam membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara motivasi dalam sebuah perusahaan? Leader? Tentu saja, tetapi tidak cukup motivasi datang dari leader. Semua orang, mulai dari pucuk pimpinan sampai karyawan paling rendah harus berperan.
Motivasi adalah penggerak dan kinerja tinggi hanya bisa dicapai dengan tindakan. Motivasi akan berbading lurus dengan kualitas dan kuantitas tindakan. Sementara, kualitas dan kuantitas tindakan berbanding lurus dengan kinerja.
Mungkin sebuah perusahaan memiliki sistem yang canggih, baik sistem manajemen, pemasaran, kualitas, dan sebagainya. Ditambah dengan sumber daya manusianya yang memiliki kompentensi yang tinggi. Semua akan percuma jika motivasi bernilai nol. Apa pun, dikalikan dengan nol hasilkan akan nol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar